Minggu, 09 Februari 2014

MANFAAT SENI


MANFAAT SENI


Dari perspektif filsafat, musik diartikan sebagai bahasa nurani yang menghubungkan pemahaman dan pengertian antar manusia padasudut-sudut ruang dan waktu, di mana pun kita berada. Oleh karena ituNietzsche, seorang filsuf Jerman, meyakini bahwa musik tidak diragukandapat memberikan kontribusi yang positif bagi kehidupan manusia.
Sehubungan dengan itu ia mengatakan: “Without music, life would be an error.” Dalam enyataannya musik memang memiliki fungsi atau peranyang sangat penting sehingga tidak satupun manusia yang bisa lepasdari keberadaan musik.
   1. Musik Sebagai Hiburan
Aristoteles, filsuf Yunani yang lahir di Stagira pada tahun 384 SM, mengatakan bahwa musik mempunyai kemampuan untuk mendamaikanhati yang gundah. Sehubungan dengan itu musik memiliki efek terapiyang rekreatif dan lebih jauh lagi dapat menumbuhkan jiwa patriotisme.
Pandangan Aristoteles ini setidaknya memberikan gambaran kepada kita bahwa dalam mengarungi bahtera kehidupannya, manusia tidak selalu menjumpai hal-hal yang menyenangkan. Suatu ketika ia bisa mengalamiperistiwa yang menyedihkan, memilukan, atau bahkan menyakitkan,sedangkan di lain waktu, bisa juga mengalami peristiwa yang sungguh menyenangkan.
Musik dapat mempengaruhi hidup seseorang, hanya dengan musik, suasana ruang batin seseorang dapat dipengaruhi. Entah apakahitu suasana bahagia ataupun sedih, bergantung pada pendengar itusendiri. Yang pasti, musik dapat memberi semangat pada jiwa yang lelah,resah dan lesu. Apalagi bagi seseorang yang sedang jatuh cinta, musikseakan-akan dapat menjadi kekuatan untuk menyemangati perjalanan cinta seseorang.
Sebagai hiburan, musik dapat memberikan rasa santai dan nyaman atau penyegaran pada pendengarnya. Terkadang pada saatpikiran kita lagi risau, serba buntu, dan tidak tahu apa yang harusdilakukan; dengan mendengarkan musik, segala pikiran bisa kembalisegar. Hasilnya, kita bersemangat kembali mengerjakan sesuatu yang tertunda.
Di samping itu sebagai hiburan, musik juga dapat menyembuhkan depresi, musik terbukti dapat menurunkan denyut jantung. Ini membantu menenangkan dan merangsang bagian otak yang terkait ke aktivitas emosi dan tidur. Peneliti dari Science University of Tokyo menunjukkan bahwa musik dapat membantu menurunkan tingkat stres dan gelisah.
Penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan musik klasik adalah cara terbaik untuk membantu mengatasi depresi.
   2. Musik dan Terapi Kesehatan
Musik dapat berfungsi sebagai alat terapi kesehatan. Ketika seseorang mendengarkan musik, gelombang listrik yang ada di otaknya dapat diperlambat atau dipercepat dan pada saat yang sama kinerja sistem tubuh pun mengalami perubahan. Bahkan, musik mampu mengatur hormon-hormon yang mempengaruhi stres seseorang, serta mampu meningkatkan daya ingat. Musik dan kesehatan memiliki kaitan erat, dan tidak diragukan bahwa dengan mendengarkan musik kesukaannya seseorang akan mampu terbawa ke dalam suasana hatiyang baik dalam waktu singkat.
Musik juga memiliki kekuatan memengaruhi denyut jantung dan tekanan darah sesuai dengan frekuensi, tempo, dan volumenya. Makin lambat tempo musik, denyut jantung semakin lambat dan tekanan darah menurun. Akhirnya, pendengar pun terbawa dalam suasana santai, baik itu pada pikiran maupun tubuh. Oleh karena itu, sejumlah rumah sakit di luar negeri mulai menerapkan terapi musik pada pasiennya yang mengalami rawat inap.
Musik dapat menyembuhkan sakit punggung kronis, ia bekerja pada sistem syaraf otonom yaitu bagian sistem syaraf yang bertanggung jawab mengontrol tekanan darah, denyut jantung, dan fungsi otak yang mengontrol perasaan dan emosi. Menurut penelitian, kedua sistem tersebut bereaksi sensitif terhadap musik. Ketika kita merasa sakit, kita menjadi takut, frustasi dan marah yang membuat kita menegangkan ratusan otot dalam punggung. Mendengarkan musik secara teratur membantu tubuh santai secara fisik dan mental sehingga membantu menyembuhkan dan mencegah sakit punggung. Para ahli yakin setiap jenis musik klasik seperti Mozart atau Beethoven dapat membantu sakit otot.
Fungsi kesehatan lain ialah untuk membantu kelahiran. Dengan memperdengarkan musik, ibu hamil akan terbantu dalam menghadapi rasa sakit saat melahirkan. Bentuk ekspresi melalui musik dapat menyembuhkan sakit dalam tubuh dan membantu otot menjadi relaks.
Dokter menganjurkan jenis musik klasik atau musik masa kini tetapi mendengarkan musik pilihan sendiri juga baik. Telah terbukti bahwa musik juga sangat membantu anak sebelum menjalani operasi. Mendengarkan musik bagi anak yang tengah menunggu operasi dapat membantu menyembuhkan ketakutan dan gelisah karena musik membantu menenangkan ketegangan otot.
Meskipun tidak ada musik khusus, musik-musik yang akrab bagi anak anak jelas yang terbaik.
   3. Musik dan Kecerdasan
Musik memiliki pengaruh terhadap peningkatan kecerdasan manusia. Salah satu istilah untuk sebuah efek yang bisa dihasilkan sebuah musik yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan
intelegensia seseorang, yaitu Efek Mendengarkan Musik Mozart. Hal ini sudah terbukti, ketika seorang ibu yang sedang hamil duduk tenang, seakan terbuai alunan musik tadi yang juga ia perdengarkan di perutnya.
Hal ini dimaksudkan agar kelak si bayi akan memiliki tingkat intelegensia yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang dibesarkan tanpa diperkenalkan pada musik. Dengan cara tertentu, otak pun akan distimulasi untuk “belajar” segala sesuatu lewat nada-nada musik. Selain
itu, musik-musik yang berirama klasik adalah jenis musik yang dianjurkan banyak pakar buat ibu hamil dan si bayi, yaitu bisa mencerdaskan bayi dan juga bisa memberi ketenangan buat ibu yang sedang hamil.
Sehubungan dengan itu mencegah kehilangan daya ingat. Bagi banyak orang yang mengalami kehilangan daya ingat dimana berbicara dengan bahasa menjadi tidak berguna. Musik dapat membantu pasien mengingat nada atau lagu dan berkomunikasi dengan sejarah mereka. Ini karena bagian otak yang memproses musik terletak sebelah memori.
Para peneliti menunjukkan bahwa orang dengan kehilangan daya ingat merespon lebih baik terhadap jenis musik pilihannya.
   4. Musik dan Kepribadian
Musik diyakini dapat meningkatkan motivasi seseorang. Bagi orang yang berolahraga musik dapat meningkatkan motivasi untuk melakukan olahraga yang lebih baik. Untuk selanjutnya pada saat berolahraga musik membantu olahragawan untuk meningkatkan daya tahan, meningkatkan mood dan mengalihkan olahragawan dari setiap pengalaman yang tidak nyaman selama olahraga. Jenis musik terbaik untuk olah raga adalah musik dengan musik tempo tinggi seperti hip-hop atau musik dansa.
Motivasi adalah hal yang hanya bisa dilahirkan dengan perasaan dan suasana hati tertentu. Apabila ada motivasi, semangat pun akan muncul dan segala kegiatan bisa dilakukan. Begitu juga sebaliknya, jika motivasi terbelenggu, maka semangat pun menjadi luruh, lemas, tak ada tenaga untuk beraktivitas. Coba saja diingat saat upacara bendera setiap Senin pagi yang di dalam upacara tersebut kita diwajibkan menyanyikan lagu wajib nasional itu, semata-mata kan hanya untuk menimbulkan motivasi mencintai negeri, mengenang jasa pahlawan, dan memberi semangat baru pada pesertanya. Hal ini seharusnya berlaku juga pada irama mars yang merupakan irama untuk mengobarkan semangat perjuangan.
Perkembangan kepribadian seseorang juga mempengaruhi dan dipengaruhi oleh jenis musik yang didengar. Sewaktu kecil kita suka mendengarkan lagu-lagu anak, setelah dewasa kita pun akan memilih sendiri jenis musik yang kita sukai. Pemilihan jenis musik yang disukai bisa dibilang membantu kita untuk memberikan nuansa hidup yang kita butuhkan.

FUNGSI SENI

Fungsi Seni




           Setiap kegiatan kesenian paling tidak ada dua pihak yang terlibat di dalamnya, yaitu seniman (disebut sebagai pihak pemberi) dan masyarakat penikmat (disebut sebagai pihak penerima). Dari pihak yang memberi kepada pihak yang menerima ada pesan yang ingin disampaikan. Pesan itu datangnya dapat dari pihak seniman itu sendiri, tetapi ada kalanya ada pesan titipan yang harus disampaikan oleh seniman kepada masyarakat penikmat. Seni berfungsi sebagai sarana atau alat komunikasi yang harus membawa pesan. Dengan demikian seni itu mempunyai beberapa fungsi yang dipandang dari beberapa segi.

Dipandang dari segi seniman, maka seni berfungsi sebagai:
a. Alat ekspresi, yaitu menyampaikan pesan isi hari seniman
b. Mata pencaharian yang dapat membiayai hidupnya
• Dipandang dari segi masyarakat penikmat, seni berfungsi sebagai alat hiburan yang mampu melupakan, menghilangkan atau setidaknya mengurangi kesusahan dan kesedihannya.
• Dipandang dari segi siapa saja yang berkepentingan, baik seniman sendiri, pemerintah atau pihak siapa saja yang berminat terhadap seni, maka seni berfungsi sebagai:
a. Alat pendidikan dari pihak tertentu, misalnya pemerintah karena kepentingan agama dan sebagainya untuk mengajak masyarakat penikmat agar berbuat atau bersikap tertentu
b. Alat komunikasi, untuk menyampaikan pesan dari seseorang kepada orang lain

I. SENI SEBAGAI ALAT EKSPRESI

              Fungsi seni sebagai alat ekspresi merupakan fungsi yang utama dari kehadirannya. Pernah dalam suatu masa, fungsi ini merupakan fungsi yang sangat ditonjolkan, bahkan mutlak, tidak dapat dicampuri oleh fungsi-fungsi yang lain. Seakan-akan merupakan hal yang tabu bilamana seni itu dicampuri dengan soal dan masalah lain.
Seni sebagai satu-satunya alat untuk mengekspresikan isi hati seniman, agar dapat diterima oleh masyarakat penikmat, sejak kelahirannya yang pertama hingga sekarang mengalami perkembangan. Dari mula-mula yang primitif hingga sekarang seni modern. Namun fungsi utama ini tetap tidak pernah berubah, semakin terampik dan berbakat seorang seniman menggunakan seni untuk mengekspresikan isi hatinya, semakin tinggi dan bermutu seni yang ia hasilkan dan semakin besar pula nama seniman itu. banyak nama-nama besar, baik dalam bidang seni rupa, musik, tari, karawitan, pedalangan maupun sastra, yang merupakan seniman dengan ketrampilan dan bakatnya dalam mengekspresikan jiwanya melalui seni. Jadi kebesaran para seniman itu selalu terletak pada fungsi seni.
Manusia mengenal berbagai alat ekspresi. Alat ekspresi yang mengandung unsur artistik itu adalah seni sedangkan yang tidak mengandung dan mengutamakan unsur artistik adalah non seni. Berbagai alat ekspresi itu pada dasarnya adalah isyarat. Isyarat itu dapat menggunakan badan atau diri manusia itu sendiri dan isyarat yang menggunakan peralatan.
Adapun isyarat-isyarat yang menggunakan badan manusia itu sendiri misalnya dengan mengeluarkan suara seperti bersiul, berteriak, berkata. Dengan menggerakkan badan seperti melambai, menggeleng, menginjak-injakkan kaki dan menari. Isyarat yang menggunakan alat misalnya memukul-mukul sesuatu, meniup sesuatu dan sebagainya.
Apabila sarana-sarana ekspresi itu disertai unsur artistik maka terjadilah seni, misalnya berkata yang disertai unsur artistik akan menjadi sastra, baik secara tertulis maupun diucapkan. Berbunyi yang disertai dengan unsur artistik akan melahirkan musik dan nyanyi. Gerakan yang disertai unsur artistik akan melahirkan tari.
Demikianlah seni sebagai alat ekspresi, telah membawa seniman ke puncak kebesarannya. Dan sebaliknya, berkat seniman yang memanfaatkan seni untuk alat ekspresinya, maka seni menjadi meningkat makin maju dan bermutu tinggi.

II. SENI SEBAGAI SUMBER MATA PENCAHARIAN
Semula seni hanya berfungsi sebagai alat ekspresi seniman. Kehidupan seniman menyatu dengan kehidupan masyarakat sekitarnya. Atau dapat dikatakan bahwa seni hanya sebagai kegiatan sambilan saja dan merupakan bagian dari kegiatan agama.
Untuk pemujaan terhadap dewa-dewa, diucapkan mantra-mantra yang kadang kala harus diiringi dengan bunyi-bunyian dengan irama yang tertentu (awal dari musik). Selanjutnya mantra tersebut juga kadang-kadang diikuti pula oleh gerakan badan atau anggota badan dengan irama dan sikap tertentu pula (awal dari seni tari). Contoh seperti tersebut di atas masih dapat kita saksikan di pulau Bali sampai sekarang. Dengan semakin majunya perkembangan masyarakat, dan terjadinya pembagian pekerjaan dan keahlian di masyarakat. Maka seniman yang sudah mulai memilih tugas kemasyarakatannya di bidang kesenian harus mampu hidup dengan seninya.
              Hal itu sesuai pula dengan perkembagan masyarakat dimaka kesenian sekarang tidak saja diperlukan dalam kegiatan-kegiatan keagamaan, tetapi juga diperlukan dalam kegiatan hiburan di masyarakat. Lahirlah seniman profesional, yaitu seniman yang mencurahkan seluruh hidupnya dalam kesenian. Dan seni harus mampu mendukung kehidupan seniman itu dengan keluarganya.
Saat sekarang ini jabatan seniman di Indonesia merupakan jabatan yang masih langka, yaitu jabatan yang masih jarang ditemukan. Hal ini terjadi karena untuk menjadi seorang seniman diperlukan bakat yang khusus, sehingga tidak banyak ditemukan orang yang akan menjadi seniman. Lembaga pendidikan yang menangani masalah seni masih sedikit. Disamping itu yang merupakan sebab paling utama adalah ketidak yakinan para orang tua terhadap jabatan seniman sebagai sumber mata pencaharian hidup, sehingga tidak jarang para orang tua menjadi perintang anak yang berbakat di bidang seni yang ingin menerjunkan dirinya dalam dunia seni.
              Masa depan kehidupan seni di Indonesia dewasa ini cukup menggembirakan dan dapat dikatakan cukup cerah. Berkat semakin majunya perkembangan ekonomi bangsa Indonesia, yang diakibatkan oleh adanya pembangunan-pembangunan yang diadakan di segala bidang kehidupan akan membawa kemakmuran dan kesejahteraan bangsa. Seni mengalami tingkat kemakmuran yang tinggi, dengan semakin makmurnya bangsa Indonesia maka kebutuhan akan seni semakin besar.
Jumlah seniman yang sedikit itu belum mampu mencukupi permintaan dari para penikmat seni. Oleh karena itu kebutuhan akan adanya seniman/seniwati pada masa yang akan datang akan semakin besar. Masalahnya terletak pada sang seniman itu sendiri. Mampukan mereka berkarya sehingga dapat memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat untuk masa yang akan datang. Mampukah mereka menyajikan karya-karya yang bermutu sehingga dapat sesuai dengan selera serta gejolak seni masyarakat. Untuk itu diperlukan ketrampilan berolah seni, yang harus pula diikuti dengan ketrampilan mengelola (manajemen) di bidang penyelenggaraan seni.
Bentuk-bentuk kegiatan kesenian yang dapat diusahakan itu antara lain:
(1) Bertindak sebagai seniman pencipta misalnya sebagai pelukis, pematung, perancang (desainer), komponis, penata tari (koreografer), sastrawan.
(2) Bertindak sebagai seniman pelaku, misalnya pelukis, pematung, pengrajin, penyanyi, pemain salah satu instrumen musik, pengrawit, dalang, penari, dramawan, bintang film.
(3) Bertindak sebagai kritikus, misalnya sebagai pengulas seni di majalah-majalah atau surat-surat kabar, anggota redaksi bagian kesenian/kebudayaan, penulis buku kesenian.
(4) Bertindak sebagai pelatih atau instruktur seni, misalnya sebagai pelatih tari, pelatih nyanyi, pelatih koor, pelatih karawitan, pelatih lukis.
(5) Bertindak sebagai pengusaha di bidang penyelenggaraan seni (manager show business) misalnya sebagai pimpinan biro reklame rombongan tari-tarian, rombongan sandiwara, rombongan band, taman-taman hiburan, yang kesemuanya ini dapat disebut sebagai kegiatan wiraswasta di bidang kesenian. Kegiatan terakhir ini perlu digalakkan sesuai anjuran pemerintah agar para pemuda banyak bergerak di bidang wiraswasta.

         Akibat sampingan dari kegiatan-kegiatan ini akan mendatangkan juga keuntungan, misalnya dapat memajukan kegiatan kepariwisataan baik domestik maupun asing.

III. SENI SEBAGAI SARANA HIBURAN
              
               Menusia selalu diliputi kebutuhan-kebutuhan hidup. Kebutuhan itu dapat dibedakan atas kebutuhan yang bersifat jasmaniah (material) dan kebutuhan yang bersipat rohaniah (idial). Kebutuhan jasmaniah yang pokok (primer) yaitu makanan (pangan), pakaian (sandang) dan perumahan (papan). Sedangkan kebutuhan jasmaniah yang sedua (sekunder) adalah segala sesuatu yang dapat membuat hidup ini lebih nikmat (senang). Adapun kebutuhan rohaniah, misalnya menuntut ilmu, hiburan, penghargaan dan sebagainya.
Ada pula orang yang mengatakan bahwa kebutuhan primer (pokok) manusia itu adalah keselamatan. Segala keperluan bertujuan agar hidupnya selamat, tidak mati. Jadi misalnya agar tidak mati harus makan, seadanya asal makan. Baru sesudah selamat, kita mencari kesenangan. Setelah dapat makan, pasti berusaha agar makanan itu lebih enak, lebih nikmat, yang semula asal makan sekarang makan yang enak.
Makan yang enak tadi merupakan kebutuhan kedua (sekunder). Dalam rangka memenuhi kebutuhan sekunder inilah seni memegang peranan utama. Atau dapat dikatakan seni adalah untuk memenuhi kebutuhan kedua dari manusia, misalnya kebutuhan primer adalah makan, lahirlah kebutuhan sekunder yaitu seni makanan. Jika kebutuhan primer adalah pakaian, kebutuhan sekunder melahirkan seni berpakaian (model).        
              Dan jika kebutuhan primer adalah tempat berteduh, kebutuhan sekunder melahirkan seni bangunan (arsitektur). Jika kebutuhan primer adalah hidup, maka kebutuhan sekunder adalah hiburan dan melahirkan seni pertunjukan. Untuk memenuhi kebutuhan terhadap kesenangan inilah seni merupakan kebutuhan pokoknya atau apabila dibalik, seni itu berfungsi untuk memenuhi kebutuhan manusia akan kesenangan atau kenikmatan.
Dalam mencari hiburan untuk memenuhi seleranya akan kesenangan itu, manusia menemukan berbagai kemungkinan. Ada yang mencari hiburan dengan hiburan yang tidak sehat dan ada pula yang mencari hiburan yang sehat.
             Hiburan yang tidak sehat misalnya dengan bermain judi, minum-minuman keras dan sebagainya yang semuanya berakibat buruk atau merusak kesehatan dan kehidupannya. Sedangkan hiburan yang sehat, disamping dapat menyenangkan hidupnya berakibat pula membawa peningkatan kepribadian dan kehalusan jiwanya, misalnya olah raga, pekerjaan tangan, memelihara dan mengumpulkan sesuatu, dan sebagainya.
Untuk memenuhi kebutuhan hiburan, seni berfungsi sebagai tontonan. Dapat pula berfungsi sebagai seni pergaulan. Dan dapat pula digunakan sebagai suatu kegiatan.
Seni sebagai tontonan itu dapat menentramkan hati orang yang menyaksikan. Menimbulkan rasa puas yang berkepanjangan. Untuk sampai pada keadaan seperti itu diperlukan pengertian dan kemampuan untuk mencerna seni yang ditonton.
            Seni pergaulan berwujud tari pergaulan, yaitu bentuk tari-tarian yang dilakukan secara bersama-sama antara pria dan wanita. Dengan melakukan tarian pergaulan itu akan dicapai rasa puas dan senang. Tari pergaulan dapat mengarah pada bentuk tarian yang tidak sopan. Oleh karena itu, perlu diadakan pemilihan bentuk-bentuk tarian mana yang baik dan mana yang kurang baik.
Kegiatan kesenian yang digunakan sebagai hiburan disebut “hobby” (kesenangan). Orang akan merasakan puas, baik selama melakukan kegiatan itu maupun sewaktu malihat hasil karyanya pribadinya. Oleh karena itu dalam kegiatan semacam ini, mutu hasil karya bukanlah merupakan tujuan utama.

IV. SENI SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN

              Banyak para ahli pendidikan yang berpendapat bahwa seni itu dapat dipakai sebagai alat untuk mendidik, antara lain Ki Hajar Dewantara dangan Taman Siswa-nya. Semenjak berdiri hingga sekarang menggunakan seni sebagai salah satu alat pendidikan. Bagaimanakan penggunaan seni untuk pendidikan itu, dapat disimpulkan sebagai berikut.

Waktu Berolah Seni
Dengan berolah seni dapat ditimbulkan sikap-sikap sebagai berikut:
(1) Memperhalus budi pekerti dan membuat sikap yang kasar, ugal-ugalan menjadi lebih halus dan sopan santun. Pengaruh seni yang demikian pernah dianjurkan oleh R. A. Kartini dalam mendidik, memperhalus budi pekerti dengan cara membatik.
(2) Menanamkan dan meningkatkan kedisiplinan. Kegiatan seni adalah kegiatan yang penuh dengan kedisiplinan. Tanpa disiplin tidak mungkin dilahirkan karya seni yang baik, misalnya waktu berlatih karawitan, masing-masing penabuh harus tunduk dengan aturan permainan. Apabila ada salah seorang penabuh yang tidak disiplin, mendahului atau terlambat membunyikan alatnya maka akan terjadi kesalahan pada keseluruhan orkestra itu. Hal ini juga terjadi pada tari, nyanyi dan sebagainya. Dengan demikian peserta olah seni itu akan dibiasakan dengan hal-hal yang disiplin
(3) Membangkitkan dan menanam rasa cinta tanah air dan bangsa. Seni selalu berhubungan dengan rasa kebangsaan. Apakah itu bangsa sendiri ataukah bangsa lain. Oleh karena itu pendidikan seni harus bermula dari seni sendiri. Seni bangsa sendiri harus dipelajari terlebih dahulu sebelum mempelajari seni bangsa lain. Dengan selalu bergaul dan mengenal seni bangsa sendiri, lama kelamaan tertanam rasa cinta dan menghormati bangsa sendiri, dan bangga akan karya-karya bangsanya. Untuk mengimbangi rasa cinta bangsa yang berlebih-lebih, hingga akan merendahkan bangsa lain, barulah diperkenalkan seni bangsa lain. Sifatnya hanya sebagai pelengkap dan pembanding, penghambat rasa yang berlebihan terhadap cinta bangsa.

SEJARAH SENI

Sejarah seni


Sejarah Seni atau yang lebih dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Art History merupakan sebuah studi untuk mempelajari perkembangan seni dan konteks gayanya. Termasuk diantaranya genre, desain, format dan gaya seni.[1] Hal ini termasuk diantaranya mempelajari seni dalam aliran yang utama seperti lukisan, patung, dan arsitektur. Beberapa seni dalam aliran yang lebih kecil seperti seni keramik, furnitur, dan seni dekorasi lainnya juga dipelajari dalam sejarah seni.

Sejarah seni mencakup beberapa metode untuk mempelajari seni rupa; yang secara umum berarti mempelajari penggunaan seni dan arsitektur. Aspek dari disiplin ilmu ini seringkali daling tumpang tindih antara satu dan lainnya. Seorang Sejarawan seni Ernst Gombrich pernah berkata, "cabang ilmu sejarah seni sangat mirip dengan Galia yang dibagi menjadi tiga pada masa Julius Caesar, yang setiap daerahnya dihuni oleh tiga suku yang berbeda: (i) connoisseurs (orang yang memiliki pemahaman mendalam tentang sejarah seni), (ii) kritikus seni, dan (iii) sejarawan seni dari kalangan akademiss".[2]

Sebagai sebuah disiplin ilmu, sejarah seni berbeda dengan kritik seni, yang lebih mementingkan hubungan antara nilai artistik dari suatu karya individu dengan gaya lainnya, atau mendukung gaya atau gerakan tersebut; dan teori seni yang lebih memfokuskan terhadap sifat dasar seni. Salah satu cabang dari ilmu ini adalah estetika, yang termasuk diantaranya menyelidiki teka-teki kesempurnaan seni dan mencoba menentukan inti dari kecantikan. Secara teknis, sejarah seni tidak membahas hal tersebut, karena sejarawan seni lebih menggunakan metode sejarah untuk menjawab pertanyaan seperti: Bagaimana cara seniman menciptakan karya mereka?, Siapa penyandang dana mereka?, Siapa guru mereka?, Siapa penontonnya?, Siapa murid mereka?, Kejadian sejarah apa yang mempengaruhi karya seni mereka?, dan bagaimana hubungan para seniman dengan karya mereka?. Banyak pertanyaan seperti ini dipertanyakan apakah dapat dijawab dengan memuaskan tanpa memikirkan pertanyaan mendasar mengenai sifat asli seni itu sendiri. Sayangnya jurang perbedaan antara sejarah seni dan filosofi seni (estetika) menghalangi tercapainya
kepuasan tersebut.[3]